Foto Keren Gratis Berkualitas di Internet

Bagi teman-teman yang suka desain, pasti pengen nemu stok foto-foto bagus di internet. Nah, di intrenet ternyata da banyak banget foto-foto gratis yang bisa kamu gunakan secara bebas, artinya kamu tidak perlu membayar ke pemiliknya. Cukup cantumkan kredit foto saja sudah cukup.

Website favorit aku adalah unsplash, karena gambarnya bagus-bagus dan fotonya banyak banget. Ada juga negativespace yg mirip-mirip dengan unsplash. Karena aku males nulis ya, langsung aja kamu ke website ini karena dia sudah compile mana-mana saja yang bagus dan aku sudah cek satu-satu. Ternyata selama ini aku cuma kenal unsplash doang, padahal ada banyak yang lebih bagus dan menarik.

https://blog.hubspot.com/marketing/free-stock-photos

Advertisements

Dua Minggu Bekerja di Start Up.

Saya memiliki pengalaman bekerja paling singkat. Yakni bekerja di start up bernama X, suatu start up baru di Surabaya yang berfokus sebagai community network dan juga platform untuk komunitas. Awalnya saya ditawari untuk bekerja disana lewat WA, mengingat saya memiliki potensi dan sepertinya cocok dengan bidang yang saya lakukan. Akhirnya saya berkata “YES, I am IN”. Sekalian belajar budaya start up dan juga bagaimana kiranya membuat satu hal seperti itu.

Ada banyak hal yang saya tanyakan tentang usaha ini. Saya mengerti WHY start up ini muncul. Karena banyak komunitas dan juga organisasi di Surabaya yang berjalan sendiri-sendiri. Hanya menuntut namun tanpa aksi. Oleh karena itu, si Mbak nya ini membuat usaha seperti ini yang nantinya akan bergerak juga seperti kickstarter atau krowd.id. Menarik sekali dan saya semangat diawal awal.

Jabatan saya adalah Community Manager yang bertugas menghandle dan mencari komunitas yang bisa diajak bekerja sama pada tanggal 3-4 Februari 2018 kemarin untuk melakukan suatu charity dan temu komunitas. Akhirnya saya kontak komunitas-komunitas yang saya tahu di Surabaya. Saya desainkan proposal ke komunitas, saya usahakan feed instagram juga bagus sesuai dengan guideline yang anak desain bikinkan.

Sepertinya pekerjaannya menarik. Namun mengapa saya berhenti? Ada banyak hal yang perlu saya garis bawahi. Pertama-tama saya memang tidak ada kontrak. Inilah kebodohan pertama saya. Harusnya saat pertama kali setuju dengan pekerjaan, mintalah kontrak yang isinya menjelaskan apa pekerjaan kita, tugasnya apa saja, berapa jam setiap hari kita harus bekerja, berapa gaji kita, dsb nya. Karena saya belum pernah bekerja, saya menyepelekan hal ini dan saya pikir, nanti saja dulu lah. Setelah tanggal 3-4 nanti. Namun ternyata ada tidaknya kontrak bekerja ini penting sekali.

Kedua adalah suasana kerja yang kurang profesional. Saya pikir ketika bergabung dengan ini everything is ready. Jadi saya tinggal memaksimalkan bekerja untuk event atau community manager. Namun ternyata belum ready semua. Aplikasi dan website belum jadi, sehingga pada saat acara tanggal 3-4 Februari itu kita belum bisa promosi. Jadi membuat acara charity dan temu komunitas ini rasanya tidak sesuai target, karena tidak bisa memaksimalkan marketing.

Kita yang bekerja disana juga masih seperti bekerja serabutan. Senior saya yang bekerja dengan kontrak bukan pekerja full time hanya digaji dengan 2 juta satu bulan dengan beban kerja yang lumayan besar. Apalagi kadang-kadang kamu sering disuruh-suruh kayak buruh. Print kan ini dong, belikan ini dong, pasang ini dong. Selama bekerja saya menggunakan uang saya pribadi untuk hal-hal ini. Sehingga lebih tepat saya seperti volunteer atau buruh.

Hal ketiga adalah bos saya ini yang keras kepala. Sulit sekali diberi masukan perihal acara atau event. Padahal, yang saya inginkan adalah acara ini agar sukses. Namun pemberian masukan sangat sulit dilakukan. Bekerja di start up mungkin menyenangkan karena kamu bisa berinteraksi dengan bos setiap hari. Namun kalau kamu sudah tidak cocok dengan bos mu, atau kamu mendapatkan bos yang buruk, tamat sudah riwayatmu.

Keempat adalah saya belum berniat bekerja secara full time. Saya ingin melanjutkan studi S2 kemudian bekerja di United Nations dan memiliki usaha sendiri juga. Itu adalah mimpi saya. Bekerja di start up ini hanya sampingan, hati saya belum bisa 100%. Saya hanya ingin acara pada tanggal 3-4 Februari itu selesai dan suskes. Setelah itu, I want to do the other things. Karena mimpi saya tidak disini.

Hal yang membuat saya benar-benar keluar adalah sifat sang bos yang ternyata tidak enak diajak bekerja. Dia bahkan memangsakan partner kerja saya sebagai orang yang bersalah agar tidak membayar tagihan. Jadi pada tanggal 3-4 Februari kami sudah meminta kepada bos agar acara ada di lantai dua saja. Karena lantai satu kotor dan belum siap dipakai. Namun si bos berkata bahwa ini adalah garage sale, maka harus digarasi. Sedangkan acara ada di dua lantai makan butuh dua sound system dan dua panggung. Mau tidak mau kita harus menyewa satu lagi sound system portable untuk lantai atas.

Hari pertama acara dimulia hrausnya jam 9. Tapi kantor baru dibuka jam 8. Saya sudah disana sejak jam 7 pagi dan harus menunggu tempat acar dibuka. Tenant sudah pada datang. Kapal Api, Chick and Roll, dan macam-macam. Bahkan yang bersih-bersih sudah disana sejak jam 6 karena si bos bilang jam 6 harus bersih-bersih. Akhirnya hari pertama finish, namun harus selesai jam 3 sore karena tidak ada acara lain. Hari berikutnya pun demikian, harus dimulai jam 10 pagi dan berakhir lebih awal.

Drama dalam start up itu banyak banget. Disini, si bos menolak membayar tagihan sound system dan lain-lain karena katanya jelek dan yang disalahkan partner saya. Katanya pinjam tanpa izin perusahaan. Selain itu ada juga banyak sekali masalah yang sepertinya bisa diselesaikan seandainya sang bos sendiri tahu usaha start up ini nanti mau dibawa kemana. Mengingat banyak sekali drama yang menguras energi ini, saya memutuskan untuk menyudahi partisipasi saya. Apalagi sang bos juga sempat tanya setelah partner saya mengundurkan diri. Oke, saya keluar juga.

Hal yang bisa saya ambil dari sini adalah kalau punya ide, kerjain saja. Masa bodoh dengan hal yang lain. Do it first, think later. Sepertinya ini yang dilakukan oleh si bos saya. Namun sayang, dia lupa kalau dia berhubungan dengan banyak manusia sehingga muncul masalah dimana-mana. Teman saya yang punya Mr. Clean (usaha cleaning service di Surabaya) melakukan segalanya dia sendiri tapi tidak menyinggung orang lain. Dia memulia dari hal kecil. Mantan bos saya ini inginnya besar langsung tanpa melihat kondisi. Akibatnya, tidak bisa berhasil sesuati target.

 

Alhamdulillah I am admitted to WUR!

This is really a happy news for me. I am accepted in Wageningen University in Netherlands! 

I always wanted to do some major that resonated with my background and family. You see, both of my parents are farmer. With this Biosystems Engineering, I believe I can learn more about sustainability in farming (food), water, or energy.  Compared to my bachelor degree, I believe I can make a bigger impact with this major.

With this happy news, I also have this anxiety. Can I pay for this education myself? I am struggling with everything so I need scholarship that will help me through this education. I do really hope that I can achieve this. Wish me luck!

I sold my violin

Today I sold my violin. I am kind of sad right now because I no longer can play a violin whenever I wished. However, I I think it’s time to let my baby go. I have several reasons for this, but mostly financial difficulties is the top of the list.

I’ve been strained financially for several months now due to my unemployed status/job seeker/master degree seeker. It means I have no income. For several of you, probably you still get the money from your parents. However, my family is poor so I can not ask them to send me money, that will be unfair. I am grown up now, and I should take a responsibility for my action only. That’s why I sold one of my asset.

Since I graduate last year, I rarely play my violin and it’s a bit unfair because a musical instrument should be played regularly. That’s why I put an ad on the OLX and sell my violin.

All this money that I gathered will be used for my education and living cost. I really wanted to pursue my master degree. That’s why I need to start being stingy and saving more money. I know it’s hard since I don’t have other resources. Nonetheless, I believe that God will also take care of me.

Walk on Less Traveled Road

I just watched Erik vlog while he was in Bali last February. In his last minute video, there is a part when he had conversation with another tourist and they talked about destiny. The stranger told that to find our own destiny is to find less traveled road to walk. Ask yourself want do you want, what do you want to to? Don’t just follow a path that has been cleared for you. Try something new, find your own niche.

I’ve been thinking about this since 2015 and I think this vlog convince me to follow my crazy dream. I just need to help myself to stop being lazy and just have do it attitude.

Kecewa

Ada kekecewaan yang memendam

dalam keheningan malam

merayap turun

berdetak

tak

tak

Tak usah risau

biarkan kau merasa

biarkan dirimu menangis karenanya

biarkan kau tahu

bahwa

kau hidup dan menggenggam jiwa