Hiks, Gagal lagi

deadlinepassed

This is a story worth telling.

This is story about TIME.

Because of 1 second I and my team can not join YSEALI Seeds for Future Grants. All the working and all night up are wasted. I have to wait for another opportunity again.

Dari dulu kayaknya selalu ditakdirkan untuk gagal ikutan kegiatan dari YSEALI deh. Dari dulu gagal melulu. I confess, that this failure remind me that I need to be a good leader and also I need to learn more about Project Management and less perfectionist, because this is urgent. Huh, such a night that I will not forget.

AND I NEED TO SUBMIT MY RESEARCH PROPOSAL on December 19th! I haven’t finished it yet.

10 Hal yang Wajib Kamu Lakukan Saat Menjadi Kesatria Airlangga

Wah, nggak nyangka sudah semester tujuh. Sekarang ternyata sudah menjadi mahasiswa senior rupanya.  Sudah banyak makan asam garam di kampus. Dari yang pernah kelupaan kalau ada kelas, sampe IP jeblok gara-gara baper sudah pernah aku rasakan. Dalam kesempatan kali ini, aku bakal ngebahas 10 hal yang harus kalian lakukan selama di Universitas Airlangga. Beberapa hal mungkin sudah sering kalian dengar, tapi ada juga yang kedengeran aneh.

1. IPK diatas 3
IPK diatas tiga kalau di kamus aku, hukumnya wajib ‘ain. Kalau orang bilang IPK gak penting, rasain dullu ketika kamu ditolak ngelamar exchange atau kerja gara-gara IPK mu tidak memenuhi syarat. Yakin lah, keuntungan IPK diatas 3 lebih banyak dibandingkan IPK pas pasan 2.75.

2. TOEFL iTP Diatas 500
Banyak mahasiswa di Unair yang pinter nya minta ampun tapi selalu gagal di TOEFL atau tes kemampuan berbahasa Inggris yang lain. Sayang kan? IPK dan track record bagus gagal ikut pertukaran pelajar karena score TOEFL masih dibawah 500. Tidak bisa ikutan beasiswa S2 karena Bahasa Inggris belum memenuhi syarat. Bahkan ada yang sampai menambah semester demi memperbaiki Bahasa Inggris mereka. Waduuh.

Meningkatkan Bahasa Inggris itu gampang. Kamu bisa ikut Try Out ELPT gratis dari Pinlab Unair (Pusat Bahasa). Baca buku-buku Bahasa Inggris, nonton film tanpa subtitle, cari partner belajar Bahasa Inggris. Kamu bisa gabung American Corner di Perpustakaan Kampus B, karena mereka ada conversation class tiap sore. Kamu juga bisa berteman dengan mahasiswa asing di Unair untuk belajar ke mereka. They will welcome you. Trust me.

3. Mengikuti acara Internasional
Selama empat tahun di Unair, kamu wajib ikutan acara internasional minimal satu saja. Bagaimana dengan biayanya? Gampang, Direktorat Pendidikan atau Kemahasiswa Unair siap membantu kamu untuk masalah biaya. Jadi jangan ada alasan terus. Selama aku pergi 2 kali exchange, semuanya dibiayai oleh Unair. At least I got the flight ticket free.

Me with other delegates from around the world in International Students Energy Summit 2015

Me with other delegates from around the world in International Students Energy Summit 2015

Selain itu, kamu juga bisa ikutan acara internasional yang diadakan oleh Universitas Airlangga sendiri. Kemarin barusan ada acara AISC (Airlangga International Student Competition) yang bisa kamu ikuti gratis sebagai peserta atau sebagai panitia.

4. Eksis di Organisasi
Jangan sampai selama empat tahun di Unair kamu gak pernah ikutan organisasi. Sepinter-pinternya kamu, perusahaan atau pemberi beasiswa akan memberikan kamu nilai lebih jika kamu aktif dalam berorganisasi. Kamu bisa ikut organisasi intra kampus seperti Unit Kegiatan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, ataupun organisasi ekstrakampus seperti AIESEC. Mengikuti organisasi bakalan menambah banget soft skill yang kamu dapatkan dan tentunya teman-teman baru.

Me with my super team in AIESEC Surabaya

Me with my super team in AIESEC Surabaya

5. Jadi Ketua Panitia tingkat Universitas
Sekali-kali, kamu harus mencoba menjadi PJ untuk acara universitas, seperti yang aku lakukan kemarin, jadi PJ Pagelaran UKM dalam Airlangga Specta atau waktu ketika Tirta Satria Negari. Tantangannya beda sekali dibandingkan dengan acara tingkar fakultas dan lebih kerasa development yang kamu dapatkan.

IMG_6834

I tried to teach the international students how to do their part in Tirta Satria Negari 2015

6. Ikut Kelas Internasional AMERTA
Di Unair, kamu bisa mengikuti program kelas Internasional selama satu semester meskipun kamu berasal dari jurusan yang berbeda. Disini kamu bisa mengikuti kelas bersama mahasiswa asing dari berbagai negara dengan topik materi yang kamu inginkan. Contohnya, aku jurusan S1-Teknobiomedik, aku bisa mendaftar Global Studies, meskipun nanti SKS nya tidak bisa ditransfer. Untungnya, kamu bisa punya teman bule dan juga kemampuan Bahasa Inggris kamu bakalan meningkat.

7. Mendapatkan Software Gratis dari Microsoft (ELMS)
Selain ada fasilitas email dan blog di Unair, ada satu lagi fasilitas yang jarang dimanfaatkan oleh temen-temen di Unair. Sekarang sudah gak zaman kalau di laptop kalian ada tulisannya “this software is not genuine”. Unair sudah menyediakan lisensi gratis dari Microsoft mulai dari OS 7,8, 10 dan banyak produk lain yang bisa disebut ELMS (Electronic License Microsoft Softwares). Cara installnya bagaimana? Ikutin panduannya di link berikut.

8. Memakai Google Drive UNLIMITED
Ini nih yang harus kamu manfaatin sebaik mungkin. Jadi sejak di SMA, aku udah makai jasa penyimpanan cloud dari DropBox. Dulu Google Drive kayaknya belum ada atau belum ngetrend. Nah, aku sudah memakai sekitar 33 GB kapasitas dari Dropbox dan sekarang sudah expired, jadi gak bisa sinkronisasi lagi. Sedih. Apalagi kalau mau lanjut harus bayar 1.5 jt satu tahun nya. Beruntung banget, sekarang Google Drive sediaan Unair UNLIMITED. Ini benar-benar life saver. Jadi dokumen-dokumen penting aku masukkan Googe Drive semua, seperti foto, dokumen skripsi, atau dokumen PKM. Jangan samapi gagal berprestasi hanya gara-gara data hilang! Sekarang sudah ada solusinya, manfaatkan! ;-).

9. Mengikuti Kompetisi
Selama di Unair, sekali-kali kamu harus ikut yang namanya lomba. Bisa lomba didalam UKM, antar fakultas, universitas, maupun tingkat nasional. Lomba ini akan memberikan kredibiltas kamu dalam hal yang kamu sukai. Kalau di jurusan aku, kita banyak banget ikut lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan selalu menyumbangkan medali emas. Inilah yang aku sesali sampai sekarang karena masih mencoba PKM tapi belum pernah PIMNAS. Semoga tahun depan bisa!

Meniti karir PIMNAS lewat supporter dulu, bersama senior dari ITS yang beneran PIMNAS.

Meniti karir PIMNAS lewat supporter dulu, bersama senior dari ITS yang beneran PIMNAS.

10. Tour Kampus A, B, dan C
Jangan habiskan waktu empat tahunmu itu di fakultasmu saja. Ayo gerakkan badanmu dan rasakan suasana heboh di Kampus B. Melihat bagaimana anak-anak FEB bisa dandan stylish abis. Anak-anak FK yang rapi-rapi dan anak-anak kampus C yang selalu kelihatan kurang tidur. Setiap kampus ada spot-spot rahasia yang asyik buat nongkrong dan juga buat berdiskusi. Kalau kalian sudah tahu dimana Gasteng FK, Galeri FISIP, dan Perpustakaan Kampus C itu dimana, beruntunglah kalian.

Kesepuluh hal itu hanyalah segelintir dari berbagai macam kegiatan yang bisa kamu lakukan di UNAIR. Masih banyak lagi kegiatan lain yang super seru dan menyenangkan yang ada di UNAIR. Terus lah berekspolari dan berprestasi.

 

Percakapan Dini Hari

Ditengah deraian kopi dan susu anget pada Sabtu dini hari kami berempat yang beralmamater sama berbincang riang tentang kehidupan sehabis asrama. Bagaimana si anak ini berubah, makin sombong. Reputasi rusak karena bohong. Makin mantap leadership nya, si anak yang kuliah terbebani karena jiwanya pergi, dan berbagai berita lain seperti si anak ini yang hobinya minum alkohol dan kuat karena dia anak Pajak, tahu takaran yang pas bagaimana Vodka itu harusnya diteguk.

Saya sebagai mahasiswa ingusan yang hidupnya dihabiskan di kampus, organisasi AIESEC, UKM, dan asrama pun hanya melongo mendengar itu semua. Bagaimana tidak, sebagai mahasiswa di kampus Excellence with Morality mendengar mabuk-mabukan terutama dari teman sendiri itu sesuatu yang absurd, tidak bisa saya cerna. Apalagi saya tahu dia dulu di SMA seperti apa. Teman saya dengan bijaknya berkata, “Hati-hati, semakin kamu wujud asli seseorang belum tentu kamu bakal makin suka”. Saya yang jiwa optimis sejati hanya berharap itu hanyalah fase evolusi mereka menuju kedewasaan.

Banyak hal-hal yang kami omongkan di angkringan dini hari itu. Tentang bagaimana dulu kita dididik dengan slogal “Learn Today, Lead Tomorrow” dan berbagai macam bekal untuk menjadi pribadi unggulan di dunia orang dewasa. Community Service, Entrepreneurship dengan adanya YEP, Leadership dengan 7 Habbits, Leadership Camp, Pathway to Success dan berbagai macam mentoring yang bagi mahasiswa lain adalah luxury.

Apa yang sudah dididik oleh sistem sekolah kami dulu harusnya bisa menjadikan kami sekarang ini pada tingkat implementatif nilai-nilai yang sudah diajarkan. Namun nyatanya, ketika kami lulus kami bagaikan macan yang lepas kandang. Masing-masing dari kami ingin show up, “Ini SAYA! Lihat SAYA! Saya sudah seperti ini!”. Itu adalah seakan yang dilakukan oleh kebanyakan lulusan dari sekolah kami dulu. Disatu sisi, sifat itu bagus untuk bekal nanti ketika kita kerja, namun ada nilai yang terlupakan. Social responsibility dalam bentuk social activity yang bisa diwujudkan dengan cara community service. Mengajar anak-anak jalanan, mengimplementasikan apa yang sudah kita pelajari di bangku kuliah. Nilai ini yang sepertinya terkikis.

Tak heran, dari pihak YPS pun mengumpulkan kami kembali untuk ditanyai hal yang sama. Kalian punya kekuatan. Kalian punya value yang beda dibandingkan teman kalian di bangku kuliah. Kalian sudah ngapain aja? Apa yang sudah kalian lakukan buat masyarakat? Kalian harusnya bisa bersatu, tanpa membedakan angkatan dan asal daerah untuk melakukan bigger thing. Berbakti kepada masyakarat. Giving back to the society.

Saya cermati, untuk melakukan hal tersebut yang harus dilakukan pertama kali adalah mempererat jalinan pertemanan. Siapapun yang nanti menjadi ketua SAA harus bisa merangkul semua kalangan sehingga semua elemen merasa memiliki dan merasa tergerak hatinya untuk melakukan apa yang menjadi visi organisasi itu. Isu yang diangkat pun harus menjadi perhatian pribadi anak itu. Contohnya saja, saya ingin Community Service yang berkaitan dengan energi. Maka ketika ada kegiatan itu saya yang akan dengan senang hati datang setiap hari untuk melaksanakannya.

Setelah pembicaraan dengan 3 teman saya itu saya yakin sekali kami itu bisa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan sejak dulu. Menjadi pribadi kami seperti di SMA dulu yang memiliki visi baik. Jangan sampai masa-masa SMA itu menjadi tinggal kenangan. Saya yakin kami bisa memberikan kontribusi lebih kepada Indonesia.

Kemana Aku Pergi (TUJUAN HIDUP)

Aku ini orangnya galauan. Bingung apa yang akan aku lakuin nanti. Apakah aku masih fokus di Biomedical Engineering atau aku pindah ke Renewable Energy Technology. Bahkan aku sering tanya-tanya ke temenku ttg milih yang mana? Renewable Energy atau BME? Sampai sekarng bingung. Bingung.

Yang jelas, aku pengen hidupku ini bermanfaat. So, my friend send me this link. I hope it will inspire you to take your new step.

WATCH THE VIDEO HERE

I sent letter of complain to INDOSAT

This is my letter for INDOSAT.

Saya pagi ini kecewa sekali dengan Indosat. Bagaimana tidak, karena satu; saya mencoba daftar paket internet gagal, namun pulsa hilang. Kedua, saya mencoba pulsa SOS namun tidak bisa digunakan untuk tujuan yg saya inginkan.
Jadi pagi tadi paketan saya habis, saya hanya menggunakan untuk Line dan WA sambil saya mencoba membeli paketan baru. Pulsa saya Rp 60200 an. Saya mencoba membelil gagal. Kemudian saya mencoba membeli lagi, ternyata ada notifikasi bahwa pulsa say tidak cukup. Saya cek, ternyata ooulsa saya tinggal 348 saja.
Saya mencoba memakai jasa pulsa SOS agar saya bisa memakai internetmobile. Tidak bisa juga. Karena pulsa 2000 SOS itu tidak bisa kita lihat memakai *388#. Terus apa tujuannya pulsa SOS kalau kita bayar tapi pulsanya tidak di kita? Istilahnya kite membeli kulkas tapi barangnya di tetangga, padahal kita yang bayar. Kalau seperi ini terus bisa saja saya ganti operator. Saya memakai Indosat sudah 5 tahun lebih, harusnya Indosat bisa dong menaikkan pelayanannya
—–
Tambahan, logika pulsa SOS
Harusnya ketika kita sudah bayar pulsa nya akan datang kan? Ternyata tidak. Pulsa 2000 itu tidak masuk. Jadi saya beli pulsa 2000 hilang. Memakai pulsa seperti harus anda pertimbangkan dengan SANGAT.
This is the link for you http://indosat.com/id/personal/prabayar/im3/pulsa-sos

Crossroads

crossroads-589x328I’ve been thinking for about a week about the rightness of my action taking Biomedical Engineering major for my bachelor degree. Since joining International Student Energy Summit 2015 in Bali, my thought and my dreams resurfaced and beating a new life. When I was in high school I dreamed in taking Environmental Engineering or Biotechnology for Agriculture. Because it has a big impact in society. However, I can not pursue that dream so I took Biomedical Engineering instead.

Because of ISES 2015, I’m considering taking major in environmental or renewable energy for my master degree. The impulse is very huge and clouded my judgement for days. The only thing in my head is I want to take major in renewable energy in my master. I want to take it. I have to take it. I even contact my friend from Nederland, asking about his opinion and my chance in getting the major that I want. I even done my research which university that has good reputation in that major and the requirements needed.

Before I decide anything. I step back and remember why I’m taking Biomedical Engineering. I put my shoes in another perspective and doing my SWOT analysis in my potential, my ambitions, my dreams, and my values. Thanks to AIESEC that remind me my values and everything in Management Board Academy that held after ISES 2015.

I knew that I want to be beneficial for my community, taking major in sustainable energy technology will make me apply my major easily. Because the impact is real. Compared to Biomedical Engineering, the impact is only for certain of people, not everybody need benefit that this major bring.

I also knew that in taking sustainable energy technology I have to be excellent in mathematics and physics that I am not mastered. In Biomedical Engineering, especially in the focus that I take (Biomaterials and Tissue Engineering) I have the superiority in mastering Biology and Chemistry. In taking sustainable energy technology major also put me in the hard way because I have to struggle with my new surrounding, adapting to the new competitiveness that I’m unfamiliar with. However, If I’m continuing my journey in my major, I could be excellence student and have a big chance to create something meaningful to my community, although not something related with my major.

The thing is, I want to make a change in society. After ISES 2015, the change that I saw is about environment. However, as a student in Biomedical Engineering I could make a change in another social problem, like education. That’s why I need something to motivate me to continue on my journey.

After doing some research which university has a major in Biomaterials and Tissue Engineering, I found Imperial College London. I decided to pursue my major in this university, although I still have my hope for Oxford or Cambridge.

Hukuman Mati dan Narkoba

Setelah KAA berkahir tgl 24 April kemarin, muncul kembali isu hukuman mati drug convicts yang berasal dari berbagai negara. Jujur, saya sudah sedikit lupa dengan kasus ini karena sepertinya pernah hot sebulan yang lau kemudian hilang. Tidak ada berita ttg kelanjutan hukuman mati bagi mereka. Kalau seumpama saya menjadi mereka (drug convicts dengan hukuman mati), saya akan frustasi. Lebih baik tahu sekalian kapan akan mati daripada terus berharap akan ada keajaiban bahwa kita bisa hidup lebih lama. Sorry, I’m blubbering.

Narapidana narkoba yang dihukum mati berasal dari negara Perancis, Australia, Filipina, Ghana, Nigeria, dan Indonesia. 9 dari 10 pelaku jadwal hukuman mati mereka sudah keluar, sedangkan 1 pelaku yang dari Perancis berhasil menunda hukuman mati mereka.

Banyak negara yang sudah memohon kepada Indonesia agar mereka tidak dihukum mati. Namun Jokowi tetap keukeuh bahwa keputusannya untuk menghukum mati mereka sudah final. Bahkan, dia sudah tidak mau menjawab permohonan dari president Perancis. Hukuman mati itu nantinya akan dilaksanakan maksimal hari Selasa ini.

Jujur, saya tidak tahu posisi mana yang harus saya ambil. Karena saya cintaa damai dan tidak suka melihat orang dihukum mati tanpa memberikan kesempatan kedua atau hukuman lain yang setimpal. Karena there are many thing worst than death. Ada banyak hal yang lebih buruk daripada kematian.

Kalau sendainya saya yang menghukum mereka, akan saya lihat dulu seberapa besar kesalahan mereka. Jika memang cukup besar dan layak untuk dihukum, maka akan saya hukum dengan hukuman seumur hidup daripada dihukum mati. Bayangkan dihukum seumur hidup di negeri orang dengan masuk sel isolasi hampir setiap waktu akan cukup membuat dia gila (dari persekif saya). Dia tidak ada teman bicara kan? Memang mereka bisa bahasa Indonesia. Dia juga mendapatkan limitation kunjungan dari keluarga 1 bulan sekali. Kalau tidak seperti itu, mereka hukumannya diperingan jika mereka mau memberikan nama-nama pelaku narkoba lain di jaringan dia.

Hukuman mati bukan harus menjadi tahap untuk menghentikan aliran narkoba di Indonesia. Ada banyak hal yang lebih mendesak seperti pemberantasan korupsi yang hukumannya harus dipertegas lagi. Kalau menurut saya, saya lebih setuju pelaku korupsi dihukum mati dibanding pelaku narkoba. Karena kalau pelaku narkoba konsumenya kan sadar kalau mereka membeli narkoba. Tidak ada yang memaksa dia untuk memakai narkoba. Namun kalau koruptor dengan wajah innocent nya mereka merampok rakyat kecil hingga triliyunan rupiah.

Kesimpulan saya, 10 orang pelaku narkoba itu harusnya diperlakukan perseorangan. Harus ada tindakan khusus untuk setiap convicts. Pastinya kan ada yang benar-benar menyesal, ada yang biasa saja. Ada yg mau kooperatif dengan usaha Indonesia membasmi narkoba. Istilahnya ada banyak hal yang bisa ditukar agar hidup 10 orang pelaku itu bisa diselamatkan. Tapi who knows seberapa berat kah kesalahan mereka. Saya sendiri belum melakukan riset secara mendalam. Mungkin hal ini bisa saya gunakan untuk tugas makalah Filsafat.