10 November

Keringat dan darah
Bagimu bangsaku,
Keringat
Darah
Aku teteskan
untukmu

Bagimu bangsaku,
tak sanggup aku berikan harta
Hanya tali kehidupan
siap dikorbankan

Bagimu bangsaku,
Tak perlu kau peluk tangis rindu

aku

Bagimu bangsaku,
Jikalau aku maju
Tolong jaga anakku

Puisi ini saya buat dlaam rangka merefleksikan apa yang ada di pikiran pahlawan kita dulu. Mereka siap korbankan apa yang mereka punya, bahkan nyawa mereka. Sekarang saatnya kita yang seharusnya menjadi bangsa yang bisa melebihi semangat juang pahlawan kita dulu, apalagi sekarang sudah merdeka dan fasilitas juga sudah ada. Namun ironi tetap membayang. Kalau dulu bisa, kenapa sekarang tiada?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s